Senin, 06 Agustus 2012

Kemenristek Ciptakan BUs Listrik

INILAH.COM, Jakarta - Kebutuhan mencari bahan bakar pengganti minyak semakin mendesak. Pemerintah pun mencoba menjawab masalah itu dengan mengembangkan kendaraan bertenaga listrik.
Setelah melakukan riset sejak 1997-2012, Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akhirnya berhasil menciptakan bus listrik asli buatan lokal.
"Pembuatan bus listrik ini dilakukan selama enam bulan dan menelan biaya Rp1,5 miliar," ungkap Abdul Hapid dari Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI di Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-17 di Jakarta.
Menristek Gusti Muhammad Hatta menambahkan, pembuatan satu unit bus listrik ini memang mahal. Namun jika sudah diproduksi masal, harga akan makin murah.
"Pada 2014, diharapkan kendaraan listrik ini sudah siap untuk produksi massal," katanya.
Sementara itu, Kepala Humas Kemenristek Wawan Bayu mengungkapkan, pengembangan bus listrik ini akan paralel dengan persiapan infrastruktur untuk 'SPBU' kendaraan listrik.
"Infrastruktur baru bisa dibangun setelah mobil siap diproduksi massal. Saat itu, mobil akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah terlebih dahulu. Setelahnya pihak swasta pasti mulai terpancing mengeluarkan mobil listrik juga," katanya.
Menurut Wawan, pada Agustus 2012, Kemenristek bersama LIPI juga berencana akan memperkenalkan sedan listrik.
"Untuk tahun depan, kami telah mencadangkan Rp300 miliar untuk pengembangan," lanjutnya.
Bus listrik yang diberi nama Hevina ini menggunakan baterai lithium (lifePo4) yang memiliki masa pemakaian hingga 10 tahun. Untuk mengisi baterai dengan penuh, dibutuhkan 6-7 jam.
Bus yang mampu membawa 15 penumpang ini memiliki kecepatan maksimal 100 km/jam serta mampu melaju sejauh 150 kilometer dengan sekali pengisian 500 ampere.
"Baterai yang digunakan ini mampu menurunkan biaya operasional lebih dari 50% dan menurunkan biaya perawatan hingga 70%," papar Abdul. [ikh]
Sumber :
www.inilah.comwww.inilah.com

Selasa, 24 Juli 2012

Timnas Siapkan Enam Uji Coba Sebelum Piala AFF 2012

Timnas Siapkan Enam Uji Coba Sebelum Piala AFF 2012
AFF

Bola.net - Enam pertandingan uji coba akan dilakoni Timnas Indonesia sebelum turun di Piala AFF 2012 akhir November mendatang.

Koordinator Tim Nasional, Bob Hippy mengatakan bahwa keenam agenda uji coba itu telah fix dan hampir semuanya berlangsung pada bulan September. Bahkan, satu di antaranya menggunakan sistem home dan away.

"Ini semuanya sudah terjadwal. Jadi, bisa dipastikan tidak ada perubahan lagi," katanya di Kantor PSSI Senayan Jakarta.

Satu dari enam pertandingan uji coba tersebut akan dilakukan pada awal Agustus nanti melawan Valencia FC. Selanjutnya, lima pertandingan lainnya akan digelar pada bulan September.

Pertandingan pertama Timnas Garuda adalah menghadapi klub asal Spanyol, Espanyol B di Gelora Bung Karno Jakarta, 5 September. Kemudian pada 8 September menghadapi Korea Utara, 15 September menghadapi Filipina. Setelah itu, menghadapi Vietnam 22 September di Vietnam dan 29 September kembali menghadapi Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

"Sebetulnya, masih banyak lagi uji coba dengan klub maupun timnas asing. Akan tetapi, saat ini waktunya belum dipastikan," kata pria yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI itu.

Di pesta sepakbola terbesar Asia Tenggara tersebut, Indonesia berada tergabung bersama dua tim kuat Singapura dan tuan rumah Malaysia. Pertandingan pertama Indonesia digelar pada 25 November 2012 menghadapi peringkat 2 kualifikasi, selanjutnya melawan Singapura (28/11) dan Malaysia (01/12).    (ant/dzi)


sumber : bola.net

Persebaya Diminati Sponsor Luar Negeri


Persebaya Diminati Sponsor Luar Negeri
Pesona Persebaya menarik minat sponsor asing © Bola-Fajar

Bola.net - Banyaknya sponsor luar negeri yang kabarnya tertarik dengan Persebaya Surabaya, menjadikan Bajul Ijo sebagai klub 'terpanas' di libur kompetisi ini.

Salah satu sponsor yang dikabarkan menjalin kerja sama dengan Persebaya adalah Stobi. Perusahaan apparell yang berdiri sejak tahun 2007 yang juga menjadi brand apparell  A-League, Liga Utama Australia.

GM Marketing Persebaya, Dito Arief tak menampik adanya beberapa pihak yang tertarik menjalin kerja sama dengan Persebaya, termasuk Stobi. Meski sejauh ini Dito mengakui belum ada kesepakatan apapun.

"Sejauh ini kami belum ada kesepakatan apapun, baru sebatas penjajakan," ucap Dito ketika ditemui Bola.net.

Selain Stobi, belakangan Persebaya juga dikaitkan dengan Air Asia. Perusahaan penerbangan asal Malaysia ini dikabarkan tertarik untuk menyokong pendanaan Bajul Ijo musim depan.

Sinyal ini pernah dilontarkan oleh Presiden Direktur Air Asia Indonesia, Dharmadi. Dipilihnya Persebaya sebagai lawan tanding QPR, bukannya tanpa alasan, Tony Fernandez (pemilik Air Asia) dikatakan Dharmadi antusias dengan sepakbola kota Surabaya. (mac/end)

sumber : bola.net

Tak Ada Jaminan, Everton Batal ke Indonesia

Tak Ada Jaminan, Everton Batal ke Indonesia
Everton saat konferensi pers Java Cup di Jakarta bulan lalu © ist

Bola.net - Hanya berselang beberapa jam setelah panpel mengkonfirmasi Everton tetap mengikuti Java Cup 2012. Kubu The Toffees memutuskan untuk tak berpartisipasi di turnamen segi empat tersebut.

Seperti dilansir situs resmi klub, pihak Everton meminta jaminan dan kejelasan mengenai turnamen tersebut terutama setelah Galatasaray batal ikut dalam turnamen Java Cup.

Awalnya, pihak penyelenggara mengindikasikan akan mengundang tim Uruguay, Nacional untuk menggantikan Galatasaray. Namun ketika dinanti, tetap tidak ada konfirmasi dari pihak panpel.

"Everton telah mengirim tim perencana dan tim keamanan ke Jakarta akhir pekan lalu. Mereka berkali-kali meminta kejelasan dan jaminan keamanan dari penyelenggara. Namun sayangnya kami belum menerima jawaban yang kami butuhkan sampai tenggat waktu berakhir, jawaban tersebut penting untuk memastikan kami turut berpartisipasi," ujar juru bicara Everton.

Pada rilisnya tersebut, kubu Everton juga mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah Indonesia. Namun masalah yang belum terselesaikan tersebut bisa menjadi resiko besar bagi klub apabila tetap memutuskan untuk berangkat.

"Keputusan ini tidak mudah dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, termasuk kepada suporter yang akan dan tengah berencana melakukan perjalanan ke Jakarta untuk melihat aksi Everton."

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Timnas, Bob Hippy tak tahu menahu mengenai pernyataan di laman resmi Everton tersebut. Menurutnya, ia telah mendapatkan konfirmasi dari Sihar Sitorus bahwa Everton bakal tetap mengikuti Java Cup 2012.

"Saya sudah kontak ke Widja (CEO LPIS) dan Sihar. Sihar langsung menghubungi mereka dan mereka mengatakan OK. Mengenai yang ada di website, saya kurang mengerti. Namun, bisa jadi pernyataan itu muncul sebelum Sihar menghubungi Everton dan jelaskan ke mereka," jelas Bob Hippy kepada Bola.net.(bola/efc/dzi)

sumber : bola.net

Minggu, 22 Juli 2012

Pabrik suzuki Merugi

detail berita 
NEW DELHI – Akhir pekan lalu, pabrik Maruti Suzuki yang berada di Manesar, India mengalami kerusuhan. Para pekerja membakar beberapa fasilitas pabrik. Kejadian ini menewaskan seorang pejabat perusahaan serta melukai sembilan polisi. Dari awal kejadian hingga saat ini pabrik Suzuki terpaksa harus ditutup.

Karena tidak mampu beroperasi seperti biasanya, pabrik Suzuki di Manesar harus menelan kerugian. Setiap harinya pabrik Suzuki itu mengalami kerugian USD15 juta atau setara Rp141,6 miliar.

“Kerusuhan ini membakar sebagian area manufactur dan beberapa bagunan lainnya. Banyak juga para pekerja yang harus dilarikan ke rumah sakit untuk di rawat. Dengan ini maka pabrik Suzuki terpaksa harus ditutup untuk sementara,” kata ICICI Securities dalam kutipannya di Inautonews, Minggu (22/7/2012).

Kabarnya, karena saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, pabrik Suzuki diperkirakan harus ditutup selama dua pekan. Namun, jika semuanya belum kondusif, penutupan pabrik akan jauh lebih panjang.

Pabrik Suzuki ini sehari-harinya mampu memproduksi 1.700 unit mobil yang terdiri dari hatchback Swift, sedan Swift Dzire, SX4 dan mobil kecil A-Star. Kabarnya, karena kejadian ini laba bersih Maruti Suzui turun 29 persen menjadi 16,35 miliar rupee dan penjualannya turun 11 persen menjadi 1,13 juta unit.

Sumber : Okezone

Planet neraka baru

detail berita 
CALIFORNIA - Para pakar astronomi dengan menggunakan teleskop antariksa NASA berhasil menemukan sebuah planet "neraka' yang berukuran kecil. Planet itu memiliki permukaan yang ditutupi oleh larva cair.

Dilansir Skymania, Sabtu (20/7/2012), planet baru yang diberi label UCF-1.01 terletak di 33 tahun cahaya di konstelasi Leo. Dengan demikian planet tersebut menjadi objek yang paling dekat ditemukan di luar tata surya kita. UCF-1.01 ditemukan secara tidak sengaja oleh tim internasional yang menggunakan observatorium Spitzer.

Salah satu ilmuwan, Kevin Stevenson dari University of Central Florida mengatakan, "Saya melihat objek kecil yang samar dalam cahaya bintang dan saya ingin mengetahui objek tersebut. Saya tahu jika sinyal-sinyal itu periodik bisa dikatakan bahwa itu adalah sebuah planet yang tidak dikenal."

Sementara itu, Profesor Joseph Harrington dan mahasiswa Nate Nafsu, yang merupakan bagian dari UCF, melakukan pengamatan ratusan jam dari data yang dikumpulkan Spitzer, wahana Deep Impact, teleskop VLT di Chile serta Teleskop yang berada di Kanada, Perancis, dan Hawaii. Dari pengamatan tersebut mereka menemukan gambaran yang lebih detil mengenai kondisi planet tersebut.

Mereka menghitung lebar planet sekira 5.200 mil (8.400 km) dan mengorbit dekat dengan bintang induknya planet tersebut berputar mengelilingi orbitnya hanya 1,4 dari rotasi bumi. Kemudian suhu di planet tersebut mencapai 600 celcius. 



Minggu, 03 Juni 2012

Raja Ampat, the Debts Expensive Tourism Complete

 Kepulauan Wayag (Fajar/ detikNews)

Quite often tourists willing to pay top dollar to go to the eastern side of Indonesia, specifically to the Raja Ampat Islands. Money spent pays off apparently complete. Comparable with natural beauty.
Raja Ampat is the fraction of Sorong district since 2003. The islands are located in northwestern New Guinea and the bird's head has four major islands namely Misol, Salawati, Bantata and Waigeo. Based on the survey Bakosurtanal in 2011, its population of about 90 thousand people spread over 1884 islands.
In 2011, the number of tourists who come to the Raja Ampat total of approximately 8400 people. 8000 Among these are foreign tourists, mostly from Europe, America and Asia, while the rest of the country travelers. Understandably, for the Raja Ampat tourists to spend in-in the range of 20-30 million dollars.
This figure is obviously expensive. No doubt many people ask, sepadankah money spent by the charm of nature has to offer? Allow AFP represent those who have been to Raja Ampat: worth it.
Raja Ampat offers a complete travel package, which emphasizes aspects of biodiversity both at sea and land with a panoramic view that is so alluring. This region has the most comprehensive biodiversity in the world.
The region has 553 species of coral, with a percentage of the existing 70 per cent in the oceans of the world. In addition, the territorial waters of Raja Ampat has 1432 species of fish, 699 mollusks, 16 species of mammals and one species of fish dugong.
"That's what makes Raja Ampat biodiversity in the world," said the Head of Tourism Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo, told AFP on the islands Wayag. This archipelago is one of the many iconic images representing the Raja Ampat.
The full biodiversity that makes the waters of Raja Ampat become a paradise for diver or snorkeler. Beautiful colors of coral or coral reefs under the water, and even can be seen from the ship that came to the surface.
Plus, Raja Ampat is a region at the crossing because the location of whales in the Pacific Ocean lips. "The group crossed over to the pope here in the period from June to October," said Yusdi Raja Ampat, pointing to the sea overlooking the Pacific Ocean.
In addition, Raja Ampat also has a number of underwater species that fall into the category these are rare in the carpet shark, shark or sharks and walking walking.
"Shark walk is unique. He often goes to the fins, not swim like other fish," said Yusdi which has been witnessed walking shark in the waters of Raja Ampat.
That's just an underwater tour. Raja Ampat is talking about is endless due to the region above the surface, this region also presents an equally alluring destinations.
Cluster of islands known as The Four King has karst formations (limestone) which is second to none coupled with the presence of rare birds like the Red Cenderawasih, Cenderawasih Wilson, and Maleo Waego.
"Try to areas which have such a full beauty here. Under good water, on top of it no less beautiful," she said with a smile Yusdi.
As the AFP and the views of another group of journalists met in the islands Wayag, Saturday (06/02/2012). Karst formations of various sizes and shapes scattered and separated by the clear waters.
Moving at medium speed using a boat owned by local residents, we penetrate the crevices of rocks the size of karst islands. Once stuck to the bottom through the view of the clear water, we can see the coral and reefs with the dominance of blue and green.
Much like in the movie The Beach, starring Leonardo Caprio to take on the setting in Phi Phi Island, Thailand. But we are a group of compact say, what we find in the Raja Ampat is more beautiful than what is in the movie.
Just imagine, the composition of karst formations which were combined with the breathtaking underwater beauty of the lure. This blend is offered Raja Ampat.
But that view is merely sporadic because we can only see one at a limestone island with beautiful waters that separate them.
We finally decided to pull over at one of the limestone islands and climb to the top. Not easy to reach the top of the island. With a height of 174 meters, the island is shaped like a cone has a level of about 85 degrees steep and quite slippery.
After a climb like spiderman for 40 minutes, we finally arrived at the top of this limestone island. It's worth to climb. Sentence barrage of complaints when they climb, stop instantly transformed into a cheerful feeling no two.
How not to look at all we could see a series of limestone islands in the clear waters of coral that emits a green color. On the other hand we can look at the walls that fortify the karst as well as a barrier island in the Pacific Ocean paradise.
Unfortunately, the beauty of Raja Ampat Islands Wayag it is not supported in the color of the sky that day. Weather cloudy with rain drizzling coincidence.
About half an hour at the top of the hill, we went back down to the bottom. The trip down was much more difficult because of the slope of a limestone hill that is so extreme. Arriving at the edge of a limestone hill, we took a plunge and a refined taste of the clear waters of beautiful coral color underneath.
A sprinkling of white sand on every island chalk in front of us as we get closer to the waving there. Unfortunately we could not linger. One local resident said in those waters there is a poisonous stingray. While we plunge off the cuff with just bare feet.
We decided to go back to the boat and docked to the KRI Banjarmasin - where we were staying for the reporters to follow the Ministry of Rural Development (Ministry are) with the theme of Expo 2012 Cruising Raja Ampat - parked in front of the entrance to the islands Wayag.
Edon, one local resident said he had been guiding tourists coming to Malaysia Raja Ampat. Once the tourists come to the surface after a dive in the waters Wayag, he says "It's heaven that fell to earth."
Well, if you've never seen himself Raja Ampat, the spontaneous remarks of tourists from the neighbor country that it would not seem excessive.


source : http://travel.detik.com/read/2012/06/03/122449/1931391/1025/raja-ampat-wisata-mahal-yang-terbayar-lengkap?vt22011024